Monday, April 17, 2017

Syarat, Isi dan langkah-langkah Postulat Koch

         Postulat Koch dikemukakan pertama kali oleh Robert Koch (1843-1910). Koch memberikan rumusan berupa sejumlah kondisi yang harus dipenuhi sebelum salah satu faktor biotik (organisme) dianggap sebagai penyebab penyakit.  Dalam Postulat Koch disebutkan untuk menetapkan suatu organisme sebagai penyebab penyakit, maka organisme tersebut harus memenuhi sejumlah syarat. Syarat itu antara lain sebagai berikut.   
 
1. Ditemukan pada semua kasus dari penyakit yang telah diperiksa.  
2. Telah diolah dan dipelihara dalam kultur murni.  
3. Mampu membuat infeksi asli , meskipun sudah beberapa generasi berada dalam kultur. 
4. Dapat diperoleh kembali dari tanaman yang telah diinokulasi dan dapat dikulturkan kembali.

Isi postulat Koch adalah:
1.      Organisme (parasit) harus ditemukan dalam hewan yang sakit, tidak pada yang sehat.
2.      Organisme harus diisolasi dari hewan sakit dan dibiakkan dalam kultur murni.
3.      Organisme yang dikulturkan harus menimbulkan penyakit pada hewan yang sehat.
4.      Organisme tersebut harus diisolasi ulang dari hewan yang dicobakan tersebut

          Adapun langkah-langkah postulat koch yaitu: 
1) Isolate, bakteri dari cairan tubuh pasien diinokulasi (streak) pada nutrient agar dan mengamati bentuk sel dibawah mikroskop.
2) Propagate, menumbuhkan koloni hasil isolasi pada media nutrin.
3) Inoculate, menginokulasikan mikroba yang dicurigai sebagai patogen ke hewan sehat dan menimbulkan gejala (symptoms) penyakit yang sama.
4) Reisolate, langkah 1 diulang.

MAKALAH SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KIMIA SERTA APLIKASI DALAM BIDANG PERTANIAN

Sunday, April 16, 2017

Makalah Bahasa Indonesia Sejarah Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia .dock

Hukum Faraday I dan II serta rumusnya

    1.Hukum Faraday I
"Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut".
 
Rumus:
m = e. i. t  / 96500
q = i . t

Keterangan :
m = massa zat yang dihasilkan (gram)
e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi
i = kuat arus listrik (amper)
t = waktu (detik)
q = muatan listrik (coulomb)


2.
Hukum Faraday II
"Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut."
 
Rumus:

m1 : m2 = e1 : e2

Keterangan :
m = massa zat (garam)
e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi



   

Hukum Newton I, II, dan III serta rumusnya

1. Hukum I Newton
“Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan”.
Rumus Hukum Newton I: 
                        

2. Hukum II Newton
"Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda”.
Rumus Hukum Newton II: 
 
 

3.  Hukum III Newton
“Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan”.
Rumus Hukum Newton 3 (III): 


Ʃ Faksi = -Ʃ Freaksi

1. Gaya Berat 

             Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari
2. Gaya Gesek 

              Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari
3. Berat Sejenis 

             Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari

Saturday, April 15, 2017

Bahasa Indonesia yang baik dan benar



Berbahasa Indonesia yang baik dan benar yaitu:
·           Bahasa Indonesia yang baik artinya menggunakan bahasa sesuai dengan situasi, konteks, dan lawan berbicara.

·                   Bahasa yang benar artinya bahasa sesuai kaidah dan aturan kebahasaan. Aturan kebahasaan dalam bahasa  Indonesia meliputi:
1. Ejaan Bahasa Indonesia, yang mencakup penulisan huruf, penggunaan tanda baca, dan penggunaan istilah.
2. Kesantunan berbahasa (situasi dan kondisi).
3. Keintelektualan berbahasa.

·                Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteks situasi penuturan dan sesuai dengan kaidah (aturan) berbahasa Indonesia. Dengan kata lain, penggunaan bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan kaidah, ragam penuturan, lawan bicara, serta situasi pembicaraan.

SISTEM JARINGAN TUMBUHAN



STRUKTUR ORGAN TUMBUHAN
Organ tumbuhan tersusun atas sistem jaringan tumbuhan permanen (dewasa). Adapun jaringan permanen tersebut terdiri dari:
1.        Jaringan epidermis (pelindung)
Adalah jaringan paling luar yang berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
2.        Jaringan parenkim (dasar)
Adalah jaringan dasar yang menyusun hampir seluruh bagian organ tumbuhan.
   Ciri-ciri sel parenkim:
         Merupakan sel-sel hidup.
         Memiliki selulosa tipis rata.
         Masih dapat membelah meski dewasa.
3.        Jaringan penyokong
Adalah jaringan mekanik yang menunjang bentuk tumbuhan. Jaringan penyokong dibedakan menjadi:
a.       Jaringan kolenkim
Adalah jaringan penyokong muda. Jaringan kolenkim terdapat di bagian tumbuhan yang masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
            Ciri-ciri sel kolenkim:
ü  Merupakan sel-sel hidup.
ü  Mengalami penebalan selulosa sudut.
ü  Mengandung kloroplas.
b.      Jaringan sklerenkim
Adalah jaringan penyokong tua. Jaringan sklerenkim terdapat di bagian tumbuhan yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
            Ciri-ciri sel sklerenkim:
ü  Merupakan sel-sel mati.
ü  Mengalami penebalan selulosa merata.
ü  Memiliki lignin (zat kayu).
ü  Jaringan sklerenkim tersusun atas serabut sklerenkim dan sklereid (sel-sel batu).
4.        Jaringan vaskuler (pembuluh angkut)
      Adalah jaringan pengangkut air dan unsur hara, serta zat hasil fotosintesis.
Jaringan pengangkut terdiri dari:
      a. Xilem, mengangkut air,garam, dan mineral dari akar ke daun.
      b. Floem, mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
5.   Jaringan gabus
      Adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel gabus (parenkim penutup luka) yang memanjang yang dihasilkan kambium gabus (felogen). Jaringan gabus terdiri dari dua macam, yaitu :
      a. Feloderm, dibentuk ke arah dalam dan tersusun atas sel-sel hidup.
      b. Felem, dibentuk ke arah luar dan tersusun atas sel-sel mati.
      Fungsi jaringan gabus adalah melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan.


Pengertian, teori, dan pembagian sel


       Sel merupakan unit terkecil dalam makhluk hidup. Segala aktivitas makhluk hidup diatur dan berlangsung didalam sel. Sel terkecil yang dikenal manusia ialah bakteri Mycoplasma dengan diameter 0,0001 sampai 0,001 mm, sedangkan salah satu sel tunggal yang bisa dilihat dengan mata telanjang ialah telur ayam yang belum dibuahi. Akan tetapi, sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 µm, sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Robert Hooke pertama kali mendeskripsikan dan menamai sel pada tahun 1665 ketika ia mengamati suatu irisan gabus dengan menggunakan mikroskop yang memiliki perbesaran 30 kali. Namun demikian, teori sel sebagai unit kehidupan baru dirumuskan hampir dua abad setelah itu oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann. Selanjutnya, sel dikaji dalam cabang biologi yang disebut biologi sel.

       Teori sel terbagi menjadi 3, yaitu
1. Teori I Sel yang menyebutkan bahwa "sel adalah satuan struktur makhluk hidup."
2. Teori II Sel yang menyebutkan bahwa "sel adalah satuan fungsional makhluk hidup."
3. Teori III Sel yang menyebutkan bahwa "sel berasal dari sel hidup sebelumnya."

       Sel merupakan kesatuan struktural dan fungsional makhluk hidup, yang mengandung pengertian sebagai penyusun makhluk hidup dan melaksanakan semua fungsi kehidupannya. Setiap sel memiliki membran sel dan cairan yang disebut sitoplasma. Selain itu, setiap sel juga memiliki inti sel. Berdasarkan inti selnya, sel terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Sel eukaryot, merupakan sel yang memiliki inti sejati. Contoh sel tumbuhan dan sel hewan.
2. Sel prokaryot, merupakan sel yang tidak memiliki inti sejati. Contoh sel bakteri.

      Baik sel prokariot maupun eukariot berukuran sangat kecil (4-20 µm). Di dalam tubuh kita terdapat sekitar 200 jenis sel dan berjumlah Iebih dan 50 miliar sel.  Berdasarkan banyaknya sel yang menyusun tubuh, organisme dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Organisme uniseluler, yaitu organisme yang memiliki sel tunggal atau berdiri sendiri. Contoh bakteri.
2. Organisme multiseluler, yaitu organisme yang memiliki banyak sel dan membentuk satu kesatuan yang  memiliki fungsinya masing-masing. Contoh sel hewan, sel tumbuhan, dan sebagainya.

Metabolisme, Jenis dan Proses Metabolisme



METABOLISME

          Metabolisme adalah Semua proses kimiawi yang dilakukan oleh organisme atau semua reaksi yang melibatkan transformasi energi kimia didalam mahluk hidup.
Secara umum metabolisme terbagi menjadi dua, yaitu katabolisme dan anabolisme.
1.      Anabolisme yaitu pembentukan senyawa organik dari molekul tertentu yang memerlukan energi (Rekasi endergonik).
Contoh reaksi fotosintesis dari 6CO2 + 6H2O menjadi C6H12O6, reaksi ini memerlukan energi panas yang berasal dari sinar matahari.
2.      Katabolisme yaitu penguraian senyawa organik menjadi molekul-molekul yang lebih kecil sehingga akan mudah diserap oleh tubuh dan menghasilkan energi (reaksi eksergonik).
Contoh reaksi respirasi menguraikan karbohidrat menjadi asam piruvat dan energi.
           Semua mikroorganisme memerlukan energi untuk menjalankan segala aktivitasnya, antara lain sebagai berikut :
               a. Shyntesa bagian sel (dinding sel, membran sel, dan sustansi sel lainnya). 
               b. Synthesis Enzim, Asam Nukleat, Polysakarida, Phospholipids, atau komponen sel lainnya 
               c. Mempertahankan kondisi sel (optimal) dan memperbaiki bagian sel yang rusak
              d. Pertumbuhan dan Perbanyakan
              e. Penyerapan hara dan ekskresi senyawa yang tidak diperlukan atau waste products 
               f. Pergerakan (Motilitas)
           Pada tubuh mahkluk hidup terjadi 3 proses metabolisme, yaitu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

1. Metabolisme karbohidrat
 
            Metabolisme karbohidrat mencakupi sintesis (anabolisme), penguraian (katabolisme), dan perubahan antarbentuk pada karbohidrat di dalam organisme. Bentuk karbohidrat terpenting adalah glukosa, yaitu sejenis senyawa gula sederhana (monosakarida).
        Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis yaitu suatu proses penguraian dengan bantuan air. Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarisa menjdai monosakarida. Ketika makanan dikunyah, makanan akan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin. Enzim ptialin menghidrolisis pati menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa. Setelah makanan ditelan, makanan masuk ke lambung lalu bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Setelah itu makanan masuk ke duodenum. Makanan kemudian bercampur dengan getah pancreas.
           Hasil akhir dari pencernaan tersebut adalah glukosa, fruktosa, manosa, dan monosakarida lainnya yang kemudian akan diabsorbsi melalui dinding usus dan di bawa ke hati oleh darah.

2. Metabolisme Lemak 

Metabolisme lemak adalah proses dimana asam lemak dicerna, dipecah untuk menghasilkan energy atau disimpan dalam tubuh manusia sebagai cadangan energy. Metabolisme lemak terjadi di dalam usus karena usus mengandung enzim lipase.
         Ketika makanan masuk ke dalam usus, terjadi kontraksii yang menrangsang keluarnya hormon koleistokinin. Hormon ini menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang berperan penting dalam mengemulsi lemak menjadi butiran lemak yang berukuran lebih kecil. Hal ini memudahkan proses hidrolisis lemak oleh lipas yang dihasilkan pancreas. Penyerapan metabolisme lemak ini sebagian besar teradi di usus halus. Metabolisme lemak juga dapat diangkut ke hati, sel – sel otot, atau sel – sel lemak, yang dapat digunakan sebagai energy atau disimpan untuk energy cadangan.

3. Metabolisme Protein 

Metabolisme protein merupakan proses fisik dan kimia baik yang mencakup pembentukan asam amino menjadi protein (anabolisme) dan juga pemecahan protein menjadi asam amino (katabolisme). Asam amino yang beredar melalui darah dan masuk ke jaringan tubuh, akan disintesis kembali menjadi protein. Keseimbangan antara sintesis protein dan katabolisme ini penting untuk mempertahankan fungsi sel yang normal.
Tahap awal metabollisme asam amino melibatkan pelepasan gugus amino, kemudian perubahan kerangka karbon pada molekul asam amino. Proses pelepasan gugus amino meliputi transmisi dan deaminasi oksidatif. Transmisi yaitu proses katabolisme asam amino yang melibatkan gugus amino dari satu asam amino kepada asam amino lain. Sedangakn deaminasi oksidatif menggunakan dehidrogenese sebagai katalis. 
Asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebih atau terjadi kekurangan sumber energy lain, tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energy. Tidak seperti karbohidrat dan lemak, asam amino memerlukan pelepasan gugus amin yang berasal dari deaminasi nitrogen α-amino pada asam – asam amino.
Protein adalah produk yang dihasilkan dari ekspresi informasi genetic yang merupakan polimer asam amino yang terikat satu sama lainnya dengan ikatan dalam sel hidup.