Friday, April 14, 2017

Laporan praktikum mikrobiologi Pembuatan Media Nutrient Agar (NA)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Makhluk hidup yang ada di bumi tidak hanya terdiri dari makhluk hidup yang dapat dilihat oleh mata telanjangtetapi ada juga mikroorganisme yang berukuran  kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan teknik dan peralatan khusus. Mikroorganisme (jasad renik) merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Mikroorganisme mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang bisa berperan sebagai kawan maupun lawan  bagi kehidupan  manusia. Mikroorganisme juga merupakan makhluk hidup, untuk memeliharanya dibutuhkan medium yang harus mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya, antara lain senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin).
Pembiakan  mikroba secara buatan  memerlukan media pertumbuhan untuk menjadi tempat tumbuh dan penyedia nutrien bagi mikroba. Media pertumbuhan terdiri dari garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT).  Pembuatan media ini dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya.
Oleh karena itu, dilakukan percobaan ini untuk mengetahui cara pembuatan medium pertumbuhan mikroba.

1.2  Maksud dan Tujuan
1.      Mengenal persiapan dan pengerjaan teknik sterilisasi alat, bahan, dan area kerja untuk pengerjaan mikrobiologi secara aseptis.
2.      Mengetahui prosedur pembuatan medium pertumbuhan bakteri.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mikroorganisme sebagai makhluk hidup sama dengan organisme hidup lainnya, sangat membutuhkan energi dan bahan-bahan untuk membangun pertumbuhannya, seperti dalam sintesa protoplasma dan bagian-bagisn sel yang lainnya. Bahan-bahan tersebut disebut nutrien. Untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut, maka sel memerlukan sejumlah kegiatan, sehingga menyebabkan perubahan kimia di dalam selnya. Semua reaksi yang terarah yang berlangsung di dalam sel ini disebut metabolisme. Metabolisme yang melibatkan berbagai macam reaksi di dalam sel tersebut, hanya dapat berlangsung atas bantuan dari suatu senyawa organik yang disebut katalisator organik atau biasa disebut biokatalisator yang dinamakan enzim. Untuk dapat memahami tentang nutrisi dan metabolisme ini, pengetahuan dasar biokimia angat dibutuhkan (Natsir, Djide dan Sartini, 2006).
Medium adalah substansi yang terdiri atas campuran zat-zat makanan (nutrien) yang digunakan untukpemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme juga merupakan makhluk hidup, untuk memeliharanya dibutuhkan medium yang harus mengandung semua zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya, yaitu senyawa-senyawa organik yang terdiri atas protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Medium digunakan untuk melihat gerakan dari suatu  mikrooranisme apakah bersifat motil atau nonmotil, medium ini ditambahkan bahan pemadat 50% (Ratna, 1990).
Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme harus sesuai susunannya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk dan Wheeler, 1993).
Media dibedakan menjadi dua menurut komposisi kimiawinya yaitu medium sintetik dan medium  non-sintetik atau kompleks. Medium sintetik dibuat dari bahan kimia dengan kemurnian tinggi dan ditentukan dengan tepat, sedangkan  medium  non-sintetik tidak dapat diketahui dengan pasti (Hadioetomo, 2010).
Menurut Pelczar (1996), klasifikasi medium berdasarkan fungsinya digolongkan menjadi 7 golongan, yaitu:
1.  Medium umum, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan yang bertujuan menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum. Contoh: Nutrien Agar (NA) untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri, Potato Dextose Agar (PDA) untuk menstimulasi pertumbuhan fungi.
2. Medium khusus, merupakan medium untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu. Contoh: medium tetes tebu untuk Saccharomyces cerevisiae.
3. Media diperkaya (enrichment media), merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang jumlahnya sedikit dalam suatu campuran berbagai mikroba. Contoh: Chocolatemedia dan Yeast-Extract-poptasium Nitrat Agar.
4. Media selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada dalam suatu spesimen. Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik, garam dan bahan-bahan kimia lainnya.
5. Media differensial, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan kimia atau reagensia tertentu yang menyebabkan mikroba yang tumbuh memperlihatkan perubahan-perubahan spesifik sehingga dapat dibedakan dengan jenis lainnya.
6. Medium penguji (Assay medium), merupakan medium dengan susunan ertentu yang digunakan untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan bakteri. Contoh: medium untuk menguji vitamin-vitamin, antibiotik, dan lain-lain.
7. Medium perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan. Contoh: medium untuk menghitung jumlah bakteri E. Coli air sumur.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal  05 April 2017, pukul 15.00 WITA sampai selesai, bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Dasar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi.
3.2 Bahan dan Alat
3.2.1 Alat
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini antara lain batang pengaduk, corong, cutter, erlenmeyer, gelas ukur, hot plate, kulkas, kompor, dan neraca analitik.
3.2.2 Bahan
       Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lain aquades, bubuk NA, aluminium foil, plastik wrap, dan kapas.
3.3 Skema Kerja









Rounded Rectangle: Masukkan 10 gram bubuk NA ke dalam erlenmeyer dan tambahkan aquades hingga volume tepat menjadi 500 mL.





Rounded Rectangle: Masukkan stirer kedalam larutan tersebut dan panaskan dengan hotplate dengan kecepatan  putaran level 6 dan tingkat panas level 5.
 






                                                    















Rounded Rectangle: Bagi media yang telah siap menjadi 4 bagian. Setiap satu bagiannya untuk satu kelompok.






Rounded Rectangle: Sumbat  mulut erlenmeyer masing-masing  kelompok dengan kapas lalu balut dengan alumunium foil serta plastik wrap dengan rapi.



 


























                                                                             


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Pengamatan
Gambar 1                                                         Gambar 2
  ( Menghomogenkan medium )                 ( Medium NA yang telah selesai dibuat )

4.2 Analisa Hasil
          Medium NA awalnya berbentuk serbuk. Setelah dicampur dan dihomogenkan dengan aquades, NA menjadi sebuah larutan berwarna orange.
          Formulasi Nutrient Agar terdiri dari daging sapi ekstrak, peptone dan agar. Formula ini tergolong relatif simpel untuk menyediakan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh sejumlah besar mikroorganisme yang tidak terlalu fastidious.
          Beef extract atau ekstrak daging sapi mengandung senyawa-senyawa yang larut di dalam air termasuk karbohidrat, vitamin, nitrogen organik dan juga garam.
          Peptone merupakan sumber utama dari nitrogen organik, yang sebagian merupakan asam amino dan peptida rantai panjang.
          Agar sendiri merupakan partikel-partikel solid.
          Nutrient Agar sendiri mempunyai komposisi (per 500 mL) sebagai berikut :
·    Ekstrak daging sapi       : 1.5 gram
·    Pepton                           : 2.5 gram
·    Agar                               : 7.5 gram

4.3 Pembahasan
Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Selain untuk menumbuhkan mikroba, medium dapat digunakan pula untuk isolasi, memperbanyak, pengujian sifat-sifat fisiologi dan perhitungan  mikroba.
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Madia pertumbuhan bakteri terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk cair dan bentuk padat. Bakteri yang berbeda memerlukan kebutuhan akan nutrisi yang berbeda pula, sehingga dikembangkan berbagai macam media pertumbuhan untuk digunakan dalam diagnosa mikrobiologi.
Berdasarkan komposisi kimianya dikenal medium sintetik dan medium nonsintetik atau medium kompleks. Komposisi kimia medium sintetik diketahui dengan pasti dan biasanya dibuat dari bahan-bahan kimia yang kemurniannya tinggi dan ditentukan dengan tepat. Diantara medium yang dibuat dalam percobaan ini yang termasuk dalam medium sintetik adalah medium yang mengandung agar, seperti halnya medium nutrient agar yang dignakan untuk mempelajari kebutuhan makanan mikroba. Di pihak lain komposisi nonsintetik tidak diketahui dengan pasti. Seperti bahan-bahan yang terdapat dalam kaldu nutrient yaitu ekstrak daging dan pepton.
Nutrient Agar (NA) merupakan suatu  medium yang berbentuk padat yang merupakan  perpaduan antara bahan alamiah dan senyawa-senyawa kimia. NA dibuat dari campuran ekstrak daging dan peptone dengan menggunakan agar sebagai pemadat. Dalam hal ini agar digunakan, karena sifatnya yang mudah membeku dan mengandung karbohidrat yang berupa galaktam sehingga tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme. Dalam hal ini ekstrak beef dan pepton digunakan sebagai bahan dasar karena merupakan sumber protein, nitrogen, vitamin serta karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Medium Nutrient Agar (NA) merupakan medium yang berwarna orange yang  memiliki  konsistensi  yang  padat dimana medium ini berasal dari sintetik dan memiliki kegunaan sebai medium untuk menumbuhkan bakteri.
Nutrient agar (NA) adalah suatu medium yang berbentuk padat, yang merupakan perpaduan antara bahan alamiah dan senyawa-senyawa kimia. Pada medium NA, nutrien utama penyusunnya yakni adalah kaldu daging. bahan yang lain adalah  pepton, bacto agar dan aquades. Pepton dan daging sebagai protein hewani, vitamin, dan karbohidrat bagi bakteri.
Dalam pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme menggunakan bubuk NA 10 gram. Kemudian dilarutkan dengan  aquades hingga volumenya menjadi 500 mL dan dipanaskan dengan kompor (jika listrik padam) atau dengan hotplate (jika listrik menyala). Kemudian seharusnya media disterilkan dalam autoklaf  dengan suhu 121°C dan  tekanan 2 atm selama 15 menit. Namun  karena ada kendala proses sterilisasi ini tidak jadi dilakukan.
Setelah media dipanaskan dengan hotplate dan  menjadi homogen, media dibagi menjadi 4 bagian yang per bagiannya untuk satu kelompok. Lalu mulut erlenmeyer ditutup dengan kapas serta alumunium foil dan plastik wrap. Setelah itu media disimpan di kulkas.
Medium harus steril dari kontaminasi. Adapun faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi medium adalah :
1.      Sterilisasi medium yang kurang sempurna
2.      Medium memenuhi semua kebutuhan nutrien
3.      Proses praktikum yang tidak aseptis
4.      Lingkungan laboratorium yang kurang steril
 Oleh karena itu, dalam pengerjaan pembuatan  medium NA, praktikan harus sebisa mungkin meminimalisasi terjadinya kontaminasi.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1.      Media adalah suatu bahan yang terdiri dari beberapa macam zat yang berfungsi untuk tempat tumbuh mikroba.
2.      Media merupakan bahan yang terdiri atas campuran nutrisi dan makanan yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
3.      Media dibagi menjadi dua berdasarkan susunan kimiawinya yaitu media sintetik dan media non-sintetik.
4.      Berdasarkan konsistensinya media dibagi menjadi media cair, media semi padat dan media padat.
5.      Nutrien Agar (NA) merupakan medium yang memiliki sumber nitrogen yang cukup sehingga baik untuk pertumbuhan bakteri.
6.      Dalam membuat medium, kita harus melakukan upaya sebisa mungkin untuk meminimalisasi terjadinya kontaminasi pada media.
5.2 Saran
            Saran yang dapat saya berikan pada kali ini adalah dalam praktikum sterilisasi dan pembuatan media NA, praktikan harus cermat dan teliti dalam melakukan setiap kegiatannya dan juga media yang dibuat agar diperbanyak lagi, berhubung media yang diperlukan lumayan banyak untuk 4 kelompok di shift 1.

3 comments:

  1. Merit Casino App - YN Portal
    Learn more 메리트 카지노 about the Merit Casino 메리트카지노총판 App - the first of its kind. Get a free bonus when you sign up for a welcome หาเงินออนไลน์ bonus.

    ReplyDelete